revolusi iq eq sq di https://jelajahtapak.wordpress.com/2012/12/28/revolusi-iq-eq-sq/

Revolusi IQ EQ SQ

Hampir sepanjang hari saya habiskan waktu membaca Revolusi IQ/EQ/SQ karangan penulis Taufik Paisak. Buku setebal 460 halaman yang saya beli sewaktu ke  Surabaya itu saya cicil sedikit demi sedikit. Isinya luar biasa, membawa daya fikir saya menerawang kemana-mana

lalu berhenti pada satu titik ke bagian tubuh manusia yang bernama otak. Begitu dahsyatnya rahasia otak manusia.

Sabtu dan Minggu memang hari libur kerja, jadi saya tidak kemana-mana, selama dua harian itulah saya tenggelam melahap isi bacaannya. Seperti ada perasaan lega ketika bab terakhir ditutup dengan narasi yang manis bahwa semua gerak raga dan juga rasa bahkan daya cipta, hulunya ada di bagian dalam tengkorak manusia. Otak lah pencerahnya.

Ada beberapa bagian yang sering saya baca ulang terutama bagian yang mengulas otak kiri dan kanan, mengapa bagian ini yang saya ulang ?, karena bab ini banyak mengandung makna dan berhubungan erat dengan tema-tema pelatihan yang sering saya bawakan terutama menyangkut persepsi, kontemplasi, relaksasi, pendengaran, penglihatan, perasaan dan lain-lain.

Rasional logis dan rasional intuitif ternyata langka kita olah, begitulah sang pengarang mengulasnya, jadinya otak yang ada di bagian dalam batok kepala ini seperti raksasa tidur yang tidak terbangunkan.

Dalam testimonialnya, Prof. dr. Soejono Aswin, Ph. D. Guru Besar Anatomi, Embriologi, dan Antropologi Fakultas Kedokteran UGM menulis bahwa buku ini adalah kacamata tembus pandang: sebelah kiri terbuat dari sains kedokteran dan sebelah kanan dari agama.

Hanya kacamata jenis inilah yang dapat mempelajari manusia secara utuh. Apalagi memaparkan “pusat manusia”, yakni otak fungsionalnya …. Pantas dibaca siapa saja yang percaya pada kekuatan-dahsyat manusia, demikian ia menulis testimonialnya di halaman pembuka buku indah ini.

Taufiq Pasiak-sang penulis-, berupaya mempertemukan hasil kajian deduktif berdasarkan Al-Quran dan kajian induktif yang berkembang dalam ilmu kedokteran. Ia juga piawai  memperkaya analisisnya itu dengan literatur filsafat dan psikologi sehingga buku ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan buku-buku yang sudah ada, ia melakukan kajian dengan baik dengan kapasitas dan kemampuannya yang berlatar belakang kedokteran dan bidang keagamaan.

Saya jadi ingin belajar membuat resensi dari keseluruhan buku yang telah saya baca, tapi satu hal yang ingin saya sampaikan adalah rasa terima kasih pada sahabat saya, Jati, mahasiswi psikologi Universitas Dipenogoro Semarang yang mendorong saya untuk menyegerakan memiliki bacaan bermutu yang luar biasa ini.

Mbak Jati, demikian saya memanggilnya adalah partner fasilitator muda yang didampingkan oleh atasan saya ketika bertugas menangani pelatihan di region Timur Surabaya.  Selama dua bulan itulah saya sering berdiskusi dengannya, apalagi kalau sudah mengulas tema-tema psikologi pelatihan dan ego manusia.

Lho kok tiba-tiba muncul gagasan baru dalam otak saya setelah menuntaskan buku dahsyat ini, fikiran jadi tergerak untuk membuat modul-modul pengajaran manajemen yang berbasis ‘alam terbuka’, sepertinya gagasan sekilas ini  secepatnya harus terealisasi, saya harus segera merancang konsep modul yang datangnya tiba-tiba ini, semakin berkeliaran di otak kepala. Begitu banyak rencana dan ide semakin menumpuk dalam otak kepala. Aneh..!

Efek bacaan bagus dari sebuah buku seringkali membangkitkan spirit lalu  menggedor hasrat untuk melakukan hal-hal yang lebih berguna. Bacaan sepertinya bukanlah serangkaian kalimat dan kata-kata tapi ada pesan, misi, dan makna dari konten dan konteks yang saya baca. Inspirasikah namanya..? oh bukan..! lalu apa..?

Pencerahan..!, ya pencerahanlah yang membuka mata manusia sehingga ia tergerak jiwanya unuk melakukan hal-hal yang berguna bagi diri dan lingkungannya.

Semoga..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *