rahwana di https://jelajahtapak.wordpress.com/2015/03/17/rahwana/

Rahwana

Para tokoh utama mulai masuk arena teater terbuka satu persatu, Shinta, Rahwana, Hanoman dan Sugriwa adalah tokoh-tokoh kunci dalam babad Ramayana. Suara gemericik kincringan yang dikenakan pada kaki penari semakin memperkuat karakter tokoh yang dibawakannya. Setiap satu tokoh pemeran utama masuk, maka desis suara kecak mengantarkannya ke arena, setiap desis suara, menggambarkan karakter tokoh yang ada dalam imajinasi cerita.

Suara teriakan’ cak..cak..ke..’yang melengking keras menghentak, menggambarkan tokoh tidak baik muncul, melabrak lapangan terbuka, gerakannya kaku, tatapan mata liar, kepala cenderung menghadap angkasa, ciri-ciri keangkuhan dan kuasa, tubuh tinggi besar berbalut uniform aneka warna, topeng dibalik sang penari itu sudah menggambarkan karakter yang sesungguhnya. Sang Rahwana.

Rahwana
Setiap Tokoh Memainkan Peran Karakternya Dengan Sempurna

Putaran penari kecak pria dengan dada terbuka beringsut mundur, mengambil jarak dengan sang tokoh raksasa, lalu duduk melingkar sambil kedua tangan tetap digerakan ke angkasa dan secara perlahan diturunkan, tinggal gerakan kepalanya saja penuh ritme ke kiri ke kanan, liar, mendesis…cak..cak..cak, cak.cak…!!

Saya sibuk bersikutat cari celah untuk mengambil tokoh raksasa, turun mendekati arena, jelas tidak mungkin, ada lorong tangga kecil cukup membantu mendekati batas arena, penonton lain di tribun atas melakukan hal sama, jadi bukan saya saja..ha.ha..!

Rahwana
Dewi Shinta Nan Cantik Jelita

Dalam mitologi Hindu, ‘Rahwana’, atau Prabhu Dasa, atau Prabhu Dasamuka kadangkala dialihaksarakan sebagai Raavana dan Ravan atau Revana yaitu tokoh utama yang bertentangan terhadap Rama dalam Sastra Hindu, Ramayana. Dalam kisah, ia merupakan Raja Alengka, sekaligus Rakshasa atau iblis, ribuan tahun yang lalu.

Rahwana dilukiskan dalam kesenian dengan sepuluh kepala, menunjukkan bahwa ia memiliki pengetahuan dalam Weda dan sastra. Karena punya sepuluh kepala ia diberi nama “Dasamukha” (bermuka sepuluh), “Dasagriva” (berleher sepuluh) dan “Dasakanta” (berkerongkongan sepuluh). Ia juga memiliki dua puluh tangan, menunjukkan kesombongan dan kemauan yang tak terbatas. Ia juga dikatakan sebagai ksatria besar.

Rahwana memperlihatkan kuasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *