pintu angin di https://jelajahtapak.wordpress.com/2012/12/27/pintu-angin/

Pintu Angin

Linglung menentukan kisah, kemana arah tujuan yang sebenarnya. Jejak sejarah lama nyaris luput dari perhatian. Lupa.., seringkali jadi pengganggu tapi bukan karena alasan itu lalu kita jadi lemah.

Melangkah menjalani keikhlasan hidup niscaya memperkaya jiwa, memahami bahwa apa yang dilakoninya hanyalah kisah-kisah sementara, bisa hilang begitu saja, atau malah melekat dalam ingatan bahwa peristiwa-peristiwa lama sering berseliweran di dalam kepala.

Hujan baru saja reda ketika bau pinus berganti harum cemara. 

Dibawah langit yang tak lagi merona saya mulai bertanya – tanya,
apakah jalan yang sedang saya lewati adalah jalan yang sama.

Rumah-rumah yang daun jendelanya tertutup, kini pintunya sudah tak lagi terbuka
tapi saya sudah tak memperhatikannya.

Jalan ini akan terus lurus dan akan sampai kesana
tanpa harus melewati jalan tembus dan tak perlu panduan apa-apa.
Hanya ada batas pinus dan pagar cemara.

Lima tahun, memang sudah tersapu kabut cahaya,
jalan dimana saya mematut kini sudah berbeda,
lalu saya jadi tersenyum sendiri menahan tawa dan berbisik dalam hati..,

‘Begitu cepatnya perubahan sampai tak ingat bila jalan ini ujungnya akan bercabang dua’

Tapi apapun jalan yang saya pilih, cabang itu akan bermuara pada satu titik yang sama pada sebuah telaga.

Situ Lembang ……namanya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *