laptop jadulku di https://jelajahtapak.wordpress.com/2012/12/27/laptop-jadulku/

Laptop Jadulku

Berkeinginan untuk memiliki  komputer mungil agar tampil beda menjadi cita-cita, begitupun dengan saya. Meski di rumah sudah ajeg PC lama yang sudah 4 tahun menemani, tapi keinginan untuk memiliki komputer yang bisa dijinjing kemana-mana selalu saja menggoda.

Ketika tempat kerja harus berpindah ke alamat yang berbeda, saya kebagian tugas untuk membenahi semua barang-barang inventaris kantor yang ‘bejibun’ banyaknya.

Mulai dari rak buku tua, peralatan elektronik, bundelan data arsip perusahaan hingga  lemari, kursi dan meja. Diantara tumpukan barang yang menggunung, tergeletak sebuah benda berdebu, yang bila dilihat dari usianya sudah nampak kedaluarsa.

Dari cassing  luarnya  saja yang berwarna biru glossy itu tertera Toshiba, merk yang cukup akrab di tangan para pengguna, tapi mengapa nasibnya harus berada di tumpukan barang-barang  lama  atau memang sudah ditinggalkan pemiliknya..?

Empat hari setelah kepindahan di kantor yang baru, saya minta ijin pada pimpinan agar laptop yang sudah jarang disentuh itu akan saya pelihara sebaik-sebaiknya, juga akan saya perbaiki bila memang ada kerusakan di bagian hardware maupun software nya.

Meskipun dengan biaya sendiri. Pimpinan mengijinkan, hanya aturannya adalah boleh pake sepuasnya tapi tidak boleh memilikinya. Aturan sederhana yang  mudah dimengerti karena barang ini memang barang inventaris kantor punya.

Toshiba Satellite..?..begitu teriak teman saya-di seberang sana, sewaktu dikabari kalau saya sekarang sudah punya laptop ‘baru’. Baru nemu maksudnya.

“Emang kenapa Bang ? begitu tanyaku keheranan.

“Toshiba Satellite itu bandel Kang “!!…lagi lagi dia menyergah dengan tekanan suara menguat.

“Bandel gimana ?…tanyaku semakin penasaran.

“Ya udah …akang ke rumah saja, nanti saya jelasin”. Telepon pun saya tutup. Jreg..!

Pembicaraan di telepon amatlah menggoda, merangsang keingintahuan lebih jauh.  Harus banyak belajar pada sobat saya yang ceking ini, karena setahuku dia lumayan fasih bila menjelaskan perangkat yang berkaitan dengan  gadget dan teknologi informasi.

Lewat penjelasannya, saya jadi paham juga. maklum selama ini rada gagap juga pada perkembangan teknologi satu ini. Obrolan panjang dengan sohib kecilku menghasilkan pencerahan yang cukup berguna.

Terbebas  sudah ketika dia memberikan kuliah singkat pada ‘muridnya’ yag masih terkagum-kagum atas penjelasannya. Kalimat pamungkas di akhir penjelasannya adalah; “untuk keperluan apa kita memilki laptop ? “. Begitu katanya, membuat saya faham maksudnya.

Teman di kantor kerap menyindir kalau laptop yang sudah saya perbaiki ini sudah dikategorikan golongan tua alias jadul. Meski mereknya tak diragukan, namun spesifikasi yang menyertainya memang sudah ketinggalan  jaman.

Coba aja lu bayangin…, kata teman saya lagi, “RAM aja cuman 258 MB”, sekarang nih udah beterbaran 1 giga dimana-mana, murah-murah lagi..! “, begitu pungkasnya.

Iya juga sih, angka 1 giga yang menyertai laptop jaman kini sudah hampir merata terdapat disetiap merek, duuh..! kadang rada miris juga bila membandingkan dengan laptop-laptop terbaru yang dimiliki teman – teman lain. Apalagi  fitur-fitur yang menyertainya tak terdapat di notebook kesayangan saya, tapi walau bagaimanapun tetep saja saya cinta berat  sama benda ‘temuan’ ini.

Meski tak megeluarkan sepeserpun untuk mendapatkan laptop keluaran tahun 2003 ini, serie Satellite A 10 yang menyertainya memang sudah sangat jauh tersalip oleh serie-serie terbaru berlabel prosesor core duo, dual core dan label-label baru lainnya.

Praktis kalau dilihat dari sisi perkembangan teknologi sudah kelewat renta, tapii.. yah namanya juga pemberian, biar sudah tua tetep harus dijaga.  Terus terang saja,  perangkat canggih yang harganya sudah tak seberapa ini kerap saya tenteng kemana-mana, apalagi ke tempat kerja, rasanya ingin pamer saja, biar kelihatan gaya.

Saking sayangnya pada benda ceper yang bobotnya 2,7 kilo ini, sebutir debupun tak boleh nempel di permukaan cassingnya. Tissue dan kuas halus jadi perangkat wajib yang harus dibawa kemana-mana. Layarnya yang tipis dan halus membuat saya harus ekstra hati-hati merawatnya.

Sensisitifitasnya yang tinggi pada goresan dan benturan bisa berakibat buruk, begitulah menurut teori yang saya baca.  Butuh pelapis screensaver protection untuk melindungi dan menjaga keawetan layar, pelindung berbahan campuran lateks ini  banyak dijual di toko-toko komputer. Saya membelinya satu. lalu memasangnya hati-hati.

Selain layar, deretan huruf  pada tombol keypadnya terasa lembut dan nyaman di jari. Sayangnya, assesori penutup untuk mencegah asupan debu yang bisa menyusup ke celah-celah tombol, belum juga saya miliki. “Harganya lima puluh ribu “ begitu kata teman di sebelah meja saya , Ya… saya harus menyisihkan duit lagi untuk membeli alat pelindungnya. Insya Allah..! sepulang kerja saya akan membelinya.

Satellite A 10…lope u pull…!!.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *