Komputerku Juara Dunia

Bagi pegawai rendahan seperti saya, Sabtu dan Minggu adalah hari istimewa, lebih banyak dekat dengan keluarga atau cari kerjaan serabutan demi memenuhi keinginan memiliki perangkat komputer. Keinginan memiliki barang satu ini kerap berbenturan urusan perut sehari-hari. Bertahun-tahun saya sisipkan uang agar bisa memiliki barang yang sering terbawa kedalam mimpi.

Di tempat kerja, bisa ratusan kali baca surat kabar yang mengulas tema-tema gadget dan PC termasuk iklan-iklannya juga. Puluhan kali kunjungi toko buku serta hadir lebih dulu di pameran-pameran komputer yang kerap hadir di kota saya.

Setumpuk brosur yang bertebaran gratis di stand-stand pameran jadi santapan yang berharga…, tapi yang dibawa sekedar harapan “kapan saya bisa memiliki perangkat ajaib

 

Harga-harga yang tercantum sering bikin pusing kepala, uang tabungan lamban bergerak, sementara tampilan dan teknologi perangkat satu ini dalam hitungan bulan bergerak amat cepat.., -tidak sebanding dengan pergerakan uang saya yang lebih banyak tersendat.

Lima tahun lewat sudah…, dengan ucapan bismillah saya beranikan diri untuk menyegerakan memiliki barang yang dicita-citakan ini. Sekian juta perak di “gelosorkan” dari saku celana berganti dengan “kebahagiaan luar biasa”. Di ‘packing ‘ dalam tiga buah kotak kardus akhirnya hadir juga barang ajaib ini di rumah.

Lahap mengoperasikan barang yang menawan ini seperti tak ada hentinya apalagi ‘line internet’ jadi sarana pelengkap, kepuasan tahap pertama terpenuhi sudah….!

Edan!!…. gumaman itu saya lontarkan pada diri manakala telusuri dunia maya yang hadir di depan mata, rasa-rasanya saya tidak perlu beli koran, tidak perlu beli majalah, tidak perlu nonton berita di televisi, tidak perlu tanya sama tetangga bagaimana meracik nasi goreng yang enak buat sarapan pagi, tidak perlu tanya sama orang lain kalau mau bepergian jauh sekalipun ke ujung dunia.. semua ‘hidangan’ tersaji lengkap, up date…, dunia seperti berada diatas meja.

 

Lima tahun lalu orang lain mungkin sudah menggenggam itu semua. Ibarat orang berlari, mereka sudah selesai sepuluh putaran keliling lapangan sepak bola malah sudah berganti baju…, saya baru pake celana dan benerin tali sepatu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *