kecak uluwatu di https://jelajahtapak.wordpress.com/2015/03/17/kecak-uluwatu/

Kecak Uluwatu

Tidak seperti tari Bali lainnya yang menggunakan gamelan sebagai musik pengiring, dalam pementasan tari kecak para penari memadukan seni dari suara – suara mulut atau teriakan – teriakan seperti “cak cak ke cak cak ke” dengan tempo dan kecepatan yang terkontrol.

Kain kotak-kotak seperti papan catur hitam putih membelit melingkari pinggang para penari putra, di kepalanya terselip bunga kemboja merah menyala, dada bidang terbuka seperti menyajikan gambaran kebebasan dan ritual transenden penuh suka cita.

Kecak Uluwatu
Penari Cantik Pembawa Peran Dewi Shinta

Dari kumpulan para penari putra ini gerakan tubuh tari amat berirama, seseorang akan bertindak sebagai pemimpin yang memberikan nada awal dan seorang lagi bertindak sebagai penekan yang bertugas memberikan tekanan nada tinggi atau rendah, yang lain bertindak sebagai penembang solo, lalu seorang lagi akan bertindak sebagai ki dalang yang mengantarkan alur cerita.

Kecak Uluwatu
Para Penari Kecak Uluwatu Berputar Berirama

Meski sudah melanglangbuana ke belahan dunia, tak jarang pertunjukan tari ritmis ini bisa ditemui di gedung-gedung pertunjukan tempat asal karya seni ini dicipta, namun yang di Uluwatu adalah yang paling menarik ditonton karena atraksinya bersamaan dengan sunset atau matahari tenggelam.

Benar-benar mempesona.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *