Jembatan Gantung Pont Sidi M Cid

Jika Ingin Menikmati Sensasi Jembatan Gantung Pont Sidi M Cid Di Constantine Aljazair, Jelajahilah Tepian Mediterania

Jika Ingin Menikmati Sensasi Jembatan Gantung Pont Sidi M Cid Di Constantine Aljazair, Jelajahilah Tepian Mediterania

Setelah melewati jalan berkelok-kelok, saya minta pada sopir untuk berhenti. Ada beberapa objek gambar yang tidak ingin saya lewati, kami turun lalu mencari sudut dan posisi.

Beberapa frame gambar lumayan terambil meski jauh dari kualitas sempurna, maklum saya hanya membawa kamera saku yang pas-pasan saja. Pont Sidi M Cid masihlah jauh meski jembatan ini masuk ke wilayah Constantine.

Mengambil gambar bukit batu nun jauh dari posisi dimana saya berdiri memang agak susah, padahal monumen gedung bergaya Romawi di puncak bukit itu yang jadi sasaran utama, tapi tak apalah, toh bukit batu itu nantinya akan saya datangi juga.

Jika Ingin Menikmati Sensasi Jembatan Gantung Pont Sidi M Cid Di Constantine Aljazair, Jelajahilah Tepian Mediterrania
Bergaya Dikit – Latar Belakang Monumen Aox Morts

Menuju ke tempat dimana posisi saya berada saat ini seperti tengah melakukan perjalanan panjang dari Padang ke Bukit Tinggi. Di Padang sepanjang perjalanan kita bisa disuguhi puluhan kilometer liukan jalan panjang berkelok dan berliku, panorama deretan bukit, gunung dan lembah. Pepohonan hijau dan aroma tropis sangat terasa di ibu kota Sumatera Barat sana, deretan pemukiman khas ranah Minang menjadi penguat rasa. Ngarai-ngarai yang dalam juga mempesona.

Tapi perjalanan di tepian Mediterania ini nyata benar bedanya. Deretan bukit yang memanjang adalah batuan cadas keras menjulang, mirip lokasi Cadas Pangeran di kota Sumedang Jawa Barat sana.

Cadas Pangeran mungkin hanya sebongkah bukit cadas raksasa yang menghalangi pembangunan jalan antara Bandung – Sumedang saat koloni Belanda bercokol di Indonesia, tetapi di Connstantine dimana saat kini saya berada, batuan cadasnya berupa hamparan gunung batu bertingkat-tingkat dan deretan bukit cadas liat berlipat-lipat.

Jika Ingin Menikmati Sensasi Jembatan Gantung Pont Sidi M Cid Di Constantine Aljazair, Jelajahilah Tepian Mediterrania
Jembatan Gantung Pont Sidi C Mid (1)

Dengan segaris tipis jalan yang menyayat di tengah-tengahnya, lintasannya hanya bisa dilewati kendaraan kendaraan roda kecil pada topografi perbukitan dengan komposisi kemiringan yang cukup berbahaya.

Ngarai-ngarai dan jurang yang dalam di kedua tepi jalan adalah panorama yang memanjakan mata. Sungai Rhummel yang jernih mengalir di bawahnya, saya sempat deg-degan juga saat mobil yang kami tumpangi berpapasan dengan mobil-mobil dari arah yang berbeda.

Rata-rata para pengendara akan mengurangi laju kecepatan saat berpapasan. Rambu-rambu lalu lintas tanda bahaya sangat rapat sebagai pengingat bagi para pengendara.

Jika Ingin Menikmati Sensasi Jembatan Gantung Pont Sidi M Cid Di Constantine Aljazair, Jelajahilah Tepian Mediterrania
Lorong-Lorong Tebing Cadas Batu

Setengah perjalanan baru saja kami lewati, tujuan utamanya adalah Pont Sidi M Cid, nama ini mengacu pada sebuah jembatan gantung terkenal di wilayah Constantine, sebuah kota yang meninggalkan sisa-sisa kebudayaan Ottaman lama di wilayah Aljazair.

Pagi ini saya tengah merayapi sudut-sudut lain sisa peradaban lama Romawi Kuno, Islam dan Eropah, setelah sebelumnya menikmati jantung kota La Rue Didouche Mourad beberapa hari sebelumnya.

Saya tidak ingin melewatkan Constantine sejengkalpun, apalagi Pont Sidi M Cid yang melegenda, memburu tempat tempat menakjubkan warisan peradaban lama.

Jika Ingin Menikmati Sensasi Jembatan Gantung Pont Sidi M Cid Di Constantine Aljazair, Jelajahilah Tepian Mediterrania
Jembatan Pont Sidi M Cid – Panjang Membentang

Tidak ada kota lain di benua Afrika yang lebih mengagumkan terkait dengan jembatan paling tinggi yang membentang di kota Constantine, Aljazair, kota ini begitu unik karena memiliki ngarai-ngarai dan sungai-sungai yang dalam yang tepat menembus jantungnya.

Empat jembatan klasik melintasi bagian terdalam dari bentangan alam dan menjadi penghubung sebuah kota dengan kota-kota kecil lainnya di seantero Constantine. Empat buah jembatan yang megah itu diantaranya adalah jembatan El Kantara, Sidi Rached, Pont Sidi M’Cid dan Mellah Slimane.

Bentang Alam Constantine Dan Warisan Maha Karya Pont Sidi M Cid 

Kami tinggalkan perhentian pertama usai mengambil beberapa gambar. Setengah perjalanan lagi menuju Pont Sidi M Cid harus segera dilewati dengan rasa was-was. Mobil yang kami tumpangi melewati lorong-lorong terowongan cadas batu sepanjang lintasan, merayap perlahan masuk ke lorong lorong gua horizontal lalu nyembul lagi pada panorama bentangan alam berikutnya.

Jika Ingin Menikmati Sensasi Jembatan Gantung Pont Sidi M Cid Di Constantine Aljazair, Jelajahilah Tepian Mediterrania
Rambu-Rambu Peringatan Keamanan Sepanjang Lintasan Menuju Pont Sidi M Cid

Dari dalam mobil saja saya sudah bisa menyaksikan lengkungan alam yang unik dan berbeda. Bentangan alam di kota perbukitan Constantine menawarkan pemandangan ngarai dan sungai Rhummel yang luar biasa serta Lembah Hamma yang perkasa. Air terjunnya yang menggelegak di gigir tebing batu itulah yang bikin saya kagum tak terkira.

Kota ini sangat indah sebagai kota bersejarah dengan sejumlah jembatan di atas sungai Rhumel dan jembatan-jembatan lain yang melintasi jurang dan ngarai. Jurang dilintasi empat jembatan tinggi, termasuk jembatan Pont Sidi M’Cid. Bangunan-bangunan bergaya Romawi Kuno melekat ke tepi tebing, sulit dibayangkan bagaimana dahulu mereka harus mempunyai keberanian membangun jembatan di sana dan telah bertahan selama bertahun-tahun, serta orang-orang yang tinggal dan bekerja di sana.

Jika Ingin Menikmati Sensasi Jembatan Gantung Pont Sidi M Cid Di Constantine Aljazair, Jelajahilah Tepian Mediterrania
Sudut Lain Dari Jembatan Gantung Pont Sidi M Cid

Rambu rambu dan tanda keamanan yang berbahaya tidak memperbolehkan kendaraan kami untuk berhenti seenaknya, maklum ruas jalan yang sempit bisa memacetkan laju kendaraan di belakangnya.

Tapi saya agak terhibur karena dari lokasi dimana saya berada, jembatan gantung Pont Sidi M Cid sudah semakin dekat di mata.

Constantine adalah ibu kota Provinsi Constantine, posisinya berada di bagian utara timur Aljazair, kota ini terletak sekitar 80 kilometer (50 mil) dari pantai Mediterania, di tepi sungai Rhumel. Dianggap sebagai Kota Jembatan dan pusat pemerintahan provinsi.

Constantine terletak di dataran tinggi sekitar 640 meter di atas permukaan laut

Jika Ingin Menikmati Sensasi Jembatan Gantung Pont Sidi M Cid Di Constantine Aljazair, Jelajahilah Tepian Mediterrania
Gambar Ilustrasi Pont Sidi M Cid

Kota ini memiliki populasi penduduk yang cukup banyak, menjadikannya kota terbesar ketiga di negara Aljazair setelah kota Algiers dan Oran.

Saat Emile Morinaud, anggota parlemen tahun 1901 mengambil alih posisi sebagai walikota, penduduknya saat itu tidaklah begitu banyak, hanya sekitar 50.000 orang. Namun selama masa kekuasaannya sampai tahun 1934, dia berkeliling untuk memodernisasi kota. Jembatan Sidi M’Cid, jembatan Sidi Rached dan banyak bangunan terkemuka lainnya dibangun pada periode ini.

Dalam Perang Dunia II, selama kampanye di Afrika Utara (1942-43), pasukan Sekutu menggunakan Constantine dan kota terdekat Sétif sebagai basis operasionalnya.

Jika Ingin Menikmati Sensasi Jembatan Gantung Pont Sidi M Cid Di Constantine Aljazair, Jelajahilah Tepian Mediterrania
Peta Satelit Google Map Pont Sidi M Cid

Topografi kota yang unik menentukan kebutuhan akan adanya jembatan. Dalam catatan hariannya di akhir abad ke-19, Guy de Maupassant menulis: “Delapan jembatan digunakan untuk menyeberangi jurang ini. Enam dari jembatan ini hancur hari ini.”

Sensasi Kota Jembatan Constantine Yang Melegenda 

Ada beberapa kota di Dunia ini yang mempunyai julukan “Kota Jembatan” dan salah satunya adalah Constantine, mengapa demikian?, karena banyaknya jembatan yang menghubungkan indahnya pegunungan dengan kota yang dibangun di atasnya.

Kota ini hampir benar-benar dikelilingi oleh tebing-tebing yang tinggi, dibingkai oleh jurang yang dalam dan memiliki penampilan yang sangat dramatis.

Jembatan-jembatan tersebut pada masanya tetap menjadi jembatan tertinggi di dunia sampai Jembatan Royal Gorge di Colorado dibuka pada bulan November 1929.

Jika Ingin Menikmati Sensasi Jembatan Gantung Pont Sidi M Cid Di Constantine Aljazair, Jelajahilah Tepian Mediterrania
Sisis Lain Kota Jembatan Constantine, Penghubung Desa-Desa Sekitarnya

Jembatan Pont Sidi M Cid dan Sidi Rached terkenal saat itu karena banyaknya kasus bunuh diri yang terjadi dengan melompat dari jembatan. Monumen Orang Mati kini dibangun di satu sisi jembatan di bukit Sidi M’Cid untuk mengingatkan sejarah pahit peristiwa-peristiwa bunuh diri saat itu.

Tetapi monumen penting lainnya adalah replica Arch Of Trajan di Timgad. Monumen ini dibangun untuk memperingati orang-orang Constantine yang telah menetapkan masa depan mereka berjuang untuk Prancis dalam masa Perang Dunia Pertama.

Dari sekian banyak jembatan tinggi yang melintasi ngarai Rhumel River, yang tertinggi dan paling spektakuler adalah jembatan gantung Pont Sidi M’Cid. Jembatan ini mulai dibangun tahun 1909, selama 4 tahun pengerjaannya melibatkan puluhan engineer dan tenaga ahli berkebangsaan Perancis.

Jika Ingin Menikmati Sensasi Jembatan Gantung Pont Sidi M Cid Di Constantine Aljazair, Jelajahilah Tepian Mediterrania
Konstruksi Rangka Anchor Pont Sidi M Cid. Paduan Seni Ottoman- Romawi- Eropah

Jembatan Pont Sidi M Cid mulai diresmikan dan dioperasikan tanggal 12 April 1912, hanya satu kali mengalami restorasi besar-besaran di tahun 2000. Peresmian jembatan utama berbarengan dengan peresmian jembatan kecil lainnya yaitu jembatan Sidi Rached, keduanya dibangun oleh perusahaan yang sama, Witte.

Pont Sidi M Cid adalah jembatan gantung yang konstruksinya menggunakan lilitan kabel-kabel baja campuran, membentang sepanjang 175 meter, jarak dari permukaan sungai Rhummel 625 meter tingginya. Lebar jembatan kurang lebih 6 meter, mampu menahan beban 17 ton beratnya.

Uniknya, ada satu lagi sebuah jembatan melintas dibawah jembatan utamanya, jembatan El Kantara namanya. El Kantara adalah jembatan lama yang lebih pendek, menghubungkan desa Casbah dengan bukit Sidi M’Cid di atasnya. Kebutuhan sarana transportasi antar desa dan kota dan penghubung ekonomi menunjukkan perlunya penyeberangan ngarai lebih cepat untuk menghindari jalan memutar yang panjang lewat El Kantara.

Ini juga yang menjadi alasan mengapa Pont Sidi M Cid dibangun begitu megahnya.

Jika Ingin Menikmati Sensasi Jembatan Gantung Pont Sidi M Cid Di Constantine Aljazair, Jelajahilah Tepian Mediterrania
Beruntung Dapat Gambar Old Style Pembangunan Jembatan. sumber Google Image.

Saya berdiri di tepian jembatan hasil maha karya yang luar biasa ini, hanya ingin melongok anak jembatan di bawahnya.

Luar biasa..!

Menurut catatan, penggunaan sistem pendukung kabel campuran jembatan gantung model seperti ini jarang dibangun di luar Prancis dan tidak digunakan di jembatan gantung utama, setidaknya selama setengah abad sampai 1997 ketika jembatan Wujiang dibuka di Wujiang, provinsi Guizhou, China.

Bahkan di Amerika Utara, satu-satunya jembatan gantung yang besar dengan konstruksi kabel tetap adalah jembatan Brooklyn di New York, jembatan Roebling (Cincinnati-Covington) di Cincinnati, Ohio dan jembatan Wheeling, juga di Ohio.

Tapi Pont Sidi M Cid di Constantine Aljazair, menghadirkan sensasi seni konstruksi luar biasa.

Menakjubkan..!

Lalu siapa pencipta dan penggagas maha karya luar biasa ini ?

Sang Arsitek Pont Sidi M Cid 

Adalah Ferdinand Joseph Arnodin (9 Oktober 1845 – 24 April 1924) sang pencipta gagasan. Arnodin adalah seorang insinyur dan industrialis Prancis yang lahir di Sainte-Foy-lès-Lyon, Rhône dan meninggal di Châteauneuf-sur-Loire di Loiret.

Ia mengkhususkan diri dan menjadi ahli di bidang konstruksi jembatan kabel, dia dianggap sebagai penemu jembatan gantung pertama dan mematenkan gagasannya tersebut pada tahun 1887. Namun, jembatan gantung pertama, sebenarnya dirancang oleh Alberto Palacio rekan sekerjanya, penyempurnaan dari sisi desain dan teknik dituntaskan oleh Arnodin.

Jika Ingin Menikmati Sensasi Jembatan Gantung Pont Sidi M Cid Di Constantine Aljazair, Jelajahilah Tepian Mediterrania
Nampang-Nampang Dikit lah. Dilatar Belakang Bukan Tanah Rumput Tapi Hamparan Batuan Cadas.

Tetapi Pont Sidi M’Cid adalah jembatan suspensi tinggi kedua hasil karya tangan dingin Arnodin. Yang pertama adalah jembatan L’Abime yang dibangun pada tahun 1887 dengan ketinggian 295 kaki (90 meter) di atas sungai Cheran di Gruffy, Prancis.

Sebagai insinyur, Arnodin menjadi orang yang paling terkenal karena telah merancang 9 dari 20 jembatan gantung yang pernah dibangun olehnya.

Ya..sembilan dari dua puluh contoh diketahui adalah hasil rancangannya, sementara sebelas jembatan yang dibangun terkait dengan hak patennya, dan tiga karya orisinalnya masih abadi.
Salah satunya adalah Pont Sidi M Cid di Constantine ini.

Jika Ingin Menikmati Sensasi Jembatan Gantung Pont Sidi M Cid Di Constantine Aljazair, Jelajahilah Tepian Mediterrania
Lumayan dapat Langit Biru

Arnodin membangun sejumlah besar jembatan gantung generasi kedua pada pergantian abad ke-20 dan dia juga memulihkan dan mengkonsolidasikan sejumlah jembatan gantung generasi pertama (sebelum 1860).

Teknologi konstruksi kabel kawat tua diganti dengan kabel-kabel spiral kawat baja torsi ganda seiring dengan penambahan jembatan kabel hasil modifikasi struktural yang dikenal dengan nama “SystemArnodin”.

Pabrik untuk memproduksi sub-struktur logamnya didirikan di Châteauneuf-Sur-Loire, kota kecil Perancis. Museum Armada Loire, di Châteauneuf-Sur-Loire, menunjukkan kenangan akan maha karya sang Arsitek ini.

Jika Ingin Menikmati Sensasi Jembatan Gantung Pont Sidi M Cid Di Constantine Aljazair, Jelajahilah Tepian Mediterrania
Latar Belakang Pemukiman Warga Kota Constantine

Arnodin kini sudah tiada, ia meninggal tanggal 24 April 1924. Hak-hak patennya menjadi rujukan dan dikembangkan oleh insinyur-insinyur modern untuk membangun kota-kota peradaban dunia, tetapi karya-karya konstruksi klasiknya tetaplah melegenda.

Saya termasuk salah satu yang sedang menikmati hasil karyanya, bukan dengan menambah rumus-rumus konstruksi kawat baja ciptaannya, tetapi dengan menelusuri bentangan jembatan Pont Sidi M Cid yang 178 meter panjangnya.

Jika Ingin Menikmati Sensasi Jembatan Gantung Pont Sidi M Cid Di Constantine Aljazair, Jelajahilah Tepian Mediterrania
Sketsa Pont Sidi C Mid Rancangan Sang Arsitek : Source “Constantine, les chantiers d’hier

Tak ada suara suara derak sedikitpun saat ratusan kendaraan melewati lintasan jembatan berkonstruksi kawat baja ini padahal sudah ratusan tahun umurnya.

Dari tepian jembatan saya memandang sungai Rhummel yang menggelegak perkasa, persis ketika pikiran menerawang jauh ke Indonesia. Berdiri di tepian jembatan Rajamandala, memandang Citarum yang sudah tidak menggelegak, hanya riak-riaknya saja yang mengalir ria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *